Menyambut Hari Gajah Sedunia 2026, ruang hidup gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) kian menyempit. Tekanan ganda akibat fragmentasi habitat dan krisis iklim telah mempersempit koridor jelajah satwa dilindungi ini, memicu benturan ruang yang menuntut perhatian serius dari berbagai pihak.

Berlatar keindahan bentang alam Taman Wisata Alam (TWA) Lembah Serelo, Lahat, Sumatera Selatan, bagaimana sebenarnya potret kantong populasi gajah saat ini? Serta, mampukah kita merajut solusi coexistence (hidup berdampingan secara harmonis) antara masyarakat dan satwa liar?

Saksikan perbincangan mendalam dan inspiratif yang dipandu oleh Menik Setyowati (HaKI) bersama para narasumber ahli di bidangnya:

Wahid Nuruddin (Pengendali Ekosistem Hutan [PEH] BKSDA Sumsel / SKW II Lahat)

Boni Bangun (Koordinator Perubahan Iklim & Transisi Energi Hutan Kita Institute)

Winda Indriati (Biodiversity Expert Sumsel Bersih)

“Karena gajah butuh ruang, dan kita semua butuh masa depan!” 💚

Tonton Diskusi Lengkapnya

HUTAN KITA CHANNEL

Previous articleMembangun Ketahanan Bukan Hanya Sekadar Menghadapi Bencana