Menu

    Transparansi dan Komitment Asia Pulp and Paper Dipertanyakan

    Direktur Eksekutif Hutan Kita Institute (HaKI) Aidil Fitri dikutif dari foresthints.news menyatakan bahwa APP telah melanggar komitmennya untuk transparansi hal ini terkait dengan rencana Asia Pulp and Paper yang akan meningkatkan  kapasitas produksi dari 2 juta ton menjadi 2.8 juta ton di Pabrik OKI Mills.

    “Kapasitas Produksi 2,8 Juta Ton merupakan suatu pelanggaran komitment karena selama ini APP hanya mengatakan kapasitas produksi mereka untuk OKI Mills Hanya sebesar 2 juta ton setiap tahun”.

    Dalam Hal penambahan Kapasitas produksi 800 ribu ton APP akan membutuhkan Supply bahan baku yang signifikan dari rencana mereka semula, dan pertanyaan terbesarnya adalah darimana APP akan mendapatkan Supply bahan baku tersebut ?

    Karena Kekawatiran terbesar kami adalah berdasarkan pengalaman tahun kemarin dimana sekitar 80 ribu hektare lahan akasia milik APP terbakar yang menyebabkan sumatera selatan menjadi daerah pengekspor asap bagi provinsi dan negara tetangga sekitar, apalagi dengan rencana penambahan kapasitas produksi mereka menjadi 2,8 juta ton setiap tahun.

    [av_video src=’https://www.youtube.com/watch?v=y1Sfz0Ira5I’ format=’16-9′ width=’16’ height=’9′]

    Sumber : http://foresthints.news/app-breaches-its-commitment-to-transparency-local-cso-concludes

     

    More From Forest Beat

    Bencana Tidak Jatuh Dari Langit

    Sekelumit Catatan Hutan Sumatera Selatan Tahun 1990-2024 Ketika bencana menerjang, narasi yang muncul sering kali beragam. Perubahan iklim dengan cuaca extrimnya atau bahkan bencana itu...
    ARTICLE
    3
    minutes

    Mengawal Keberlanjutan Perhutanan Sosial di Sumatera Selatan

    Dalam beberapa tahun terakhir, perhutanan sosial (PS) masih menjadi salah satu solusi penting untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mengurani tekanan terhadap...
    Berita
    2
    minutes

    Sosialisasi Sistem Monev: Perkuat Perencanaan dan Perapihan Administrasi MHA Ghimbe Peramunan

    Pengelolaan Hutan Adat yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas Masyarakat Hukum Adat (MHA), dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Sumatera Selatan (Sumsel), diharapkan meningkatkan...
    Berita
    2
    minutes

    Sosialisasi Sistem Monev: Tingkatkan Partisipasi MHA Tebat Benawa Datangkan Dukungan Para...

    Hutan Kita Institute (HaKI) mengapresiasi partisipasi aktif Masyarakat Hukum Adat (MHA) Tebat Benawa, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), dalam upaya mengelola Hutan Adat (HA)...
    Berita
    2
    minutes
    spot_imgspot_img