Palembang, 29 Oktober 2015.

“Jangan Bernafas” tanpa masker karena anda akan mengisi paru-parumu dengan asap, dan itu sangat berbahaya. (ii) Demikan yang dikatakan Martin Wooster, Profesor dari Earth Observation Science at King’s College London dan National Centre for Earth Observation (NCEO) terkait bahaya asap. Penderitaan rakyat Sumatera Selatan akibat bencana kabut asap tahun 2015 ini sungguh luar biasa. Sekolah harus diliburkan, jadwal penerbangan terganggu atau dibatalkan, dan penderita ISPA sampai dengan Tanggal 24 Oktober 2015 mencapai 101.332 jiwa.

Darimana sumber asap tersebut? Kebakaran di lahan gambut telah menjadi sumber utama serangan massive tersebut, baik itu berasal dari kebakaran didalam konsesi perusahaan maupun diluarnya. Hal yang memperburuk keadaan adalah kebakaran tersebut yang hampir tidak mungkin dipadamkan. Presiden Jokowi dalam pidatonya didepan masyarakat Indonesia di Washington DC Tanggal 26 Oktober 2015 mengatakan; kalau gambut terbakar, dipadamkan pakai apapun tidak akan pernah padam karena 3 meter di bawah masih membara, 5 meter masih membara (iii) . Artinya dengan digenangi airlah baru api tersebut akan padam.

Di Sumatera Selatan, sejak Januri – 27 Oktober 2015, Hutan Kita Institute (HaKI) mencatat ada lebih dari 13 ribu titik api yang teridentifikasi berada didalam konsesi Hutan Tanaman Industri, dan lebih dari 80% berada dikawasan gambut di kabupaten OKI, Banyuasin dan Musi Banyuasin. Wilayah-wilayah tersebut masih mengepulkan asap sampai akhir Oktober 2015, dan banyak sisa lahan terbakar. Secara detil kami mencatat titik api/ hotspot pada konsesi-konsesi perusahaan di Sumatera Selatan sebagai berikut

HOTSPOT DIDALAM KONSESI PERUSAHAAN KEHUTANAN SUMATERA SELATAN
PERIODE JANUARI – 27 OKTOBER 2015 (iv)

titik api di areal perusahaan

Dari data tersebut, kami mengelompokkan dalam 5 teratas atau terbanyak. Didapati bahwa berada di perusahaan HTI dan Pulp milik Asia Pulp and Paper (APP) atau Sinar Mas Group, teridentifikasi titik api terbanyak yaitu 10.700 titik api atau 83% dari 5 teratas mencapai 80% dari total hotspot di seluruh konsesi. Lebih dari 80% konsesi perusahaan ini berada dalam kawasan gambut dengan kedalaman pada titik tertentu mencapai 3 meter atau lebih. Selanjutnya diikuti oleh PT. Musi Hutan Perasada yang rata-rata konsesinya berada dalam kawasan bukan gambut. Selebihnya PT. WLMS, PT. GAL dan PT. PML, lebih dari 70% juga berada dalam kawasan gambut.

top 5 sumber hotspot sumsel

Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi ;
1. Aidil Fitri. Direktur Eksekutif : 08127110385/ Email : aidil@hutaninstitute.or.id
2. Adiosyafri. Direktur Riset dan Kampanye : HP 081367312929/ Email :  adios@hutaninstitute.or.id

Notes 

Ini adalah volume 1 catatan kebakaran dan asap di Sumsel. HaKI akan secara berkala menerbitkan catatan asap dan kebakaran hutan/lahan di Sumsel, seri 2 adalah hotspot di perusahaan perkebunan dan ketiga adalah luasan kebakaran pada setip konsesi perusahaan di Sumsel.
Presiden Jokowi Perintahkan Menteri LHK Cabut Izin Perusahaan Yang Hutannya Terbakar,http://setkab.go.id/presiden-jokowi-perintahkan-menteri-lhk-cabut-izin-perusahaan-yang-hutannya-terbakar/
Data diolah dari informasi yang berasal dari satelit NOAA, Aqua dan Tera sejak Januari 2015.