Hutaninstitute.or.id     Pengamatan buaya  Senyulong (Tomistoma schlegelii)  tahap tiga yang di lakukan POKJA pemantaun Buaya Senyulung, Konsorsium Bentang Alam Sembilang Sumsel (KiBASS) pada bulan Maret 2018, didapatkan  lima  Buaya yang terindetifikasi dalam perjumpan langsung, dan hanya satu yang dipastikan Buaya Senyulong dan empat diantaranya perjumpaan dari pantulan sinar mata (Eye shine).

Prasetyo Widodo kordinator lapangan KiBASS, mengatakann pengamatan kali ini di wilayah SPTN 3 Hulu Sungai Benu Desa Tanah Pilih adalah lanjutan dari pengamatan sebelumnya pada September tahun lalu, Dimana diperkirakan,  pada akhir tahun kemarin buaya senyulong berada pada masa bertelur,  dan kemunkinan yang terlihat pada pemantuan sekarang oleh Tim adalah buaya Senyolong dewasa yang telah melakukan pengeraman telur .

Analisa ini juga di perkuat oleh Rizal kadarisman salah satu  tim pokja  dari Taman Nasional Berbak Dan Sembilang (TNBS), Rizal yang telah lama berkecimpung dalam penelitian dan pemantuan buaya senyolong mengatakan  dari kelima individu buaya yang di jumpai  adalah jenis buaya Senyulong ,karena dilihat dari jarak yang  tidak terlalu jauh, pengamatan yang di lakukan malam tersebut terindikasi buaya dewasa bermain bersama pasca mengerami telur yang menetas diperkirakan awal Desember lalu sedangkan pada musim panas (Juni-Agustus) masuk dalam musim kawin.

“ Buaya memerlukan waktu mengerami telur selama lebih kurang 3 (tiga) bulan yang berarti anakan buaya akan terlihat pada bulan Desember akhir tahun ini yang juga merupakan musim penghujan,”ungkapnya.

Bayu Priman anggota POKJA Pemantaun Buaya Senyolong dari Staf Hutan Kita Istitut (HaKI) mengatakan, Sebelum menjummpai kelima induvidu buaya senyolong yang terindentifikasi, tim pengamatan buaya tahap tiga ini mengawali kegitan dengan me-orientasi habitat buaya pada siang hari guna mengetahui kemungkinan kebaradaan sarang (telur) buaya dan tanda tanda lainnya sebelum melaksanakan survey malam (eye shine).

Setelah melakukan orientasi pada siang hari, barulah tim lakukan Survey pada malam hari, pada malam hari ini barulah tim mendapatkan tanda-tanda buaya senyolong, menggunakan lampu sorot kuning, tim menyorot tepat kearah buaya Senyolong yang mana pada saat mengenai mata individu buaya Senyolong, mata buaya tersebut memantulkan/reflection warna jingga terang.

“pada malam itulah tim cukup banyak mendapatkan tanda-tanda gerak-gerik buaya dari mata yang tersorot oleh lampu, yamg memacarkan warna jingga,”Ungkap Pemuda asal OKI ini.

Demikian pula dengan reaksi mata satwa perpantau lainnya seperti mata kodok, ular, burung dan laba-laba juga memantulkan reaksi cahaya, namun sedikit berbeda dengan mata buaya yang memiliki ciri khas yaitu jingga terang, bulat sesuai ukuran panjang buaya dan bereaksi sedikit pada saat terkena cahaya (gerakan berkedip) yang diikuti dengan menatap cahaya seakan terhipnotis dan tanpa gerakan.

Hasil pemantauan malam yang dilakukan bersama tim dilokasi aliran sungai benu dijumpai satu individu buaya Sinyulong tanggal 3 maret 2018 dengan panjang antara 3 meter. Walaupun tidak terdokumentasi namun perjumpaan langsung ini telah menjawab segala bentuk informasi yang telah dikumpulkan akan keberadaan buaya Sinyulong.

“Pada saat menelusuri sungai benu tim pemantau melihat langsung moncong buaya yang berada di pinggir sungai sedangkan badan dan ekor ada didalam air ketika tim mendekati dia melihat kegaduhan dan pada akhirnya buaya menyelam kedalam air,”Ungkap Bayu

Tim juga  menemukan satu individu tersorot pantulan cahaya merah dari mata buaya yang sedang mengapung di air tim mencoba mendekati sinar mata ketika keberadaaan  tim mendekat pada akhirnya buaya pun kembali menyelam kedalam air tim. Di akhir pencarian senyulong , tim kembali melihat tiga  individu dari pantulan sinar merah yang tim sorot kan di permukaan air   di dekat  desa tanah pilih.

Adiosyafri Kordinator Program TFCA KiBASS mengatakan mengingat pentingnya keutuhan sungai Benuh sebagai habitat/benteng terakhir populasi buaya di Kawasan TNBS, khusus jenis Sinyulong penting dilakukan kegiatan pembinan habitat selain pemantauan yang lebih intensif dan berkelanjutan.

Sungai Benuh memiliki nilai penting sebagai habitat buaya Sinyulong termasuk anak anak sungai yang terdapat disepanjang aliran sungai Simpang Kanan, Sungai Benuh Kiri dan Sungai Benuh Kanan yang mana pada persimpangan cabang sungai ini terdapat pemukiman nelayan dengan sebutan Bagan 9.

 

TEKS : Jadid Ulul Albab