Pendekatan Bio-Rights telah dilaksanakan oleh Wetlands International Indonesia di banyak wilayah di Indonesia sejak awal tahun 1990an,jadi bahan pembelajaran dan direplikasi di wilayah binaan KiBASS. Hasil yang dicapai diharapkan hasil kegiatanrestorasi lingkungan maupun peningkatan sumber pendapatan masyarakat yang lebih meningkat. Tingkat keberhasilannya tentu saja berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, kesungguh-sungguhan anggota masyarakat untuk memperbaiki dirinya sendiri, kehadiran seorang panutan (local hero) diantara masyarakat, terbukanya pasar untuk produk masyarakat serta kehadiran fasilitator proyek langsung di tengah masyarakat ditengarai sebagai faktor pendukung tingginya tingkat keberhasilan pendekatan Bio-Rights.

Salah satu keunggulan utama dari pendekatan Bio-Rights adalah terbentuknya pola pikir di masyarakat bahwa apa yang mereka rintis, gagas dan lakukan bersama adalah seluruhnya untuk kepentingan mereka bersama dalam jangka panjang yang berkelanjutan. Dukungan dari pihak luar lebih difungsikan sebagai pembuka jalan dan penyemangat untuk memulai kegiatan serta membuka jaringan dengan pihak luar yang dapat diajak untuk bekerja sama. Bio-Rights harus dianggap sebagai suatu pendekatan terbuka yang dapat dilakukan oleh siapa saja, dimana saja dan tidak untuk diklaim sebagai pendekatan miliki satu pihak tertentu saja.

Pendekatan ini memerlukan kelapangan pikir dan pendapat untuk dapat disesuaikan dengan kondisi setempat, dan juga terbuka untuk berbagai perbaikan dan penyesuaian apabila ternyata mengalami hambatan di tengah pelaksanaan kegiatan. Melihat pola pendekatannya yang bersifat luwes dan adaptif dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat, maka adopsi pendekatan tersebut oleh pemerintah desa dalam pelaksanaan pembangunan akan memberikan kemungkinan keberhasilan yang lebih bisa diharapkan.