Menuju Kawasan Lahan Basah Terbaik dan Lestari

0
320

Sebagai sistem penyangga kehidupan yang didukung semua pihak dan bermanfaat bagi masyarakat

Mewujudkan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) Seksi Sembilang Sungsang sebagai kawasan lahan basah terbaik, lestari, sebagai sistem penyangga kehidupan yang didukung semua pihak dan bermanfaat bagi masyarakat, tentu tidaklah semudah membalikkan tangan. Setidaknya visi pencapaain tersebut telah direncanakan dalam pengelolaan jangka panjang TNBS Seksi Sungsang Sembilang sampai dengan tahun 2025.

Tidak dapat dipungkiri, kelemahan dan ancaman diberbagai bidang masih mengganjal perwujutan visi jangka panjang pengelolaan TNBS Seksi Sungsang Sembilang. Misalkan saja, belum mantapnya tata batas kawasan dan belum adanya batas fisik di wilayah perairan laut serta zonasi yang belum berfungsi secara optimal karena belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan di tingkat tapak.

Demikian halnya kelemahan bidang kelembagaan ditingkat lapangan yang masih lemah, sarana prasana untuk kebutuhan dasar pengelolaan dan fasilitas ekowisata belum memadai, dan kegiatan pemulihan ekosistem belum optimal.

Disela beberapa kelemahan yang ada, ancaman masih membayangi kawasan TNBS Seksi Sungsang Sembilang, seperti aktifitas masyarakat di dalam kawasan, pemanfaatan hasil hutan yang tidak sah dan kebakaran hutan menjadi sorotan ancaman terbesar. Sedangkan ancaman lainnya seperti pengambilan biota perairan dengan pukat harimau dan lemahnya kerjasama perusahaan hutan tanaman industri di sekitar kawasan.

Terlepas apapun kelemahan dan ancanannya, TNBS Seksi Sungsang Sembilang merupakan kawasan mangrove terluas di Indonesia bagian barat yang relatif utuh dengan keragaman jenis mangrove yang tinggi. Dengan kelebihan kawasan tersebut, TNBS Seksi Sungsang Sembilang kontribusi nilai-nilai ekonomi dan ekologi kawasan yang berdampak positif pada skala lokal, regional, nasional maupun internasional. Selain itu kawasan ini merupakan Situs Ramsar dan Flyway Site Network.

Peluang demi peluang patut dijajaki dalam perbaikan pengelolaan kawasan TNBS Seksi Sungsang Sembilang. Meningkatnya dukungan para pihak terhadap pengelolaan kawasan dan komitmen pemerintah daerah dalam pelestarian kawasan lindung pesisir adalah peluang besar yang ada dalam pencapaian visi pengelolaan kawasan TNBS Seksi Sungsang Sembilang. Demikian halnya peluang pemanfaatan kawasan untuk kegiatan wisata dan peluang kerjasama dengan swasta dari pendanaan.

Pembacaan kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang pada kawasan TNBS Seksi Sungsang Sembilang menjadi landasan penyusunan program-program prioritas jangka panjang pengelolaan kawasan.

Program prioritas pengelolaan kawasan tersebut diantaranya pemantapan tata batas kawasan, perlindungan dan pengamanan kawasan, konservasi keanekaragaman hayati, dan optimalisasi pengelolaan ramsar site.

Adapun program prioritas lainnya adalah pemulihan ekosistem, pengembangan ekowisata dan jasa lingkungan, pemberdayaan dan penyadartahuan masyarakat, kemitraan dan kerjasama pengelolaan, serta penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan.

Program pengurangan deforestasi dan degradasi hutan berbasiskan masyarakat yang sedang dilaksanakan oleh TNBS Seksi Sungsang Sembilang bersama dengan Konsosium Bentang Alam Sembilang (KiBASS), dengan dukungan dari Tropical Fores Conservation Action (TFCA) Sumatera, merupakasn salah satu program guna mencapai perbaikan pengelolaan kawasan menuju kawasan lahan basah terbaik dan lestari sebagai sistem penyangga kehidupan yang didukung semua pihak dan bermanfaat bagi masyarakat. (*)

 

Dedy Permana *) Kordinator Konsorsium Bentang Alam Sembilang (KIBASS)
Dedy Permana *) Kordinator Konsorsium Bentang Alam Sembilang (KIBASS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

*