Mengenali Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Hutan Desa Semende Muaraenim

0
750
Sawah yang diusahakan masyarakat semende sebagai Produk Hasil Hutan Bukan Kayu

Semendo nama umum yang dikenal dikalangan masyarakat Sumatera Selatan atau Jeme Semende sebutan umum oleh masyarakat semende sendiri,merupakan komunitas/suku tersendiri yang berada di provinsi sumatera selatan, Secara geografis masyarakat semende dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ;

  1. Semende Darat yang komunitasnya berada dikabupaten Muara enim
  2. Semende Lembak yang komunitasnya berada di kabupaten Ogan Komering Ulu

Masyarakat Semende Darat saat ini tersebar di tiga Kecamatan yaitu Semende darat laut dengan pusat pemerintahan kecamatan di Desa Pulau Panggung luas wilayah administrasif 269,14 Km2 Kondisi Geografis pada umumnya berbukit, dengan ketinggian rata-rata antara 600 sampai 1.017 meter dari permukaan laut berjarak 92 Km dari ibukota Muara Enim.

Semende Darat Tengah luas wilayah administratif 302,24 km2, kondisi geografis berbukit dengan ketinggian rata-rata 997 – 1.600 meter dari permukaan laut, rata-rata curah hujan 137 mm dan rata-rata hujan 14,92/hari dengan suhu udara rata-rata 20-22oC.

Semende Darat Ulu luas wilayah administratif  316,5 Km2, Kondisi alam kecamatan ini berbukit memiliki ketingian 700 – 1600 meter diatas permukaan laut (mdpl).

Jeme Semende yang tinggal di ketiga kecamatan tersebut mayoritas bersandar dari hasil perkebunan kopi rakyat dan sebagian kecil mengusahakan sawah sebagai mata pencarian sehari-harinya.

Selain bersandar dari Hasil Panen Kopi dan Sawah Talang masih ada beberapa produk Hasil Hutan Buka nKayu Hutan (HHBK) yang diusahakan oleh Jeme Semende untuk menopang kehidupan mereka

Bii Kopi luwak yang banyak ditemukan di daerah semende
Bii Kopi luwak yang banyak ditemukan di daerah semende

LEAVE A REPLY

*