hutaninstitute.or.id       Pemantauan burung migran tahap kedua di Taman Nasioal Berbak Sembilang (TNBS) khususnya di SPTN II Sembilang telah dilakukan oleh Pokja (kelompok kerja) pemantau burung migran – KiBASS, dimana pemantau mendapatkan hasil identifikasi sebanyak 33 jenis burung dengan jumlah seluruhnya sebanyak 3.060 individu. Dari 33 jenis tersebut, 21 diantaranya merupakan burung migran, 10 jenis burung resident dan 2 lainnya burung raptor.

 

Infograph by EEB HaKI

 

Prasetyo Widodo kordinator lapangan KiBASS mengatakan Kegiatan ini adalah untuk melakukan pemantauan regular terhadap populasi dan habitat burung migran yang berada di kawasan TN Berbak Sembilang di wilayah Sumatera Selatan. “Pemantuaan ini kita bandingkan dengan survey yang pertama, dan  nantinya menjadi data pemanding dari beberapa kalisurvey, dan outputnya-nanti menjadi data analisa di akhir laporan,”Ungkap Pria yang berkacamata ini.

Jenis – jenis burung migran yang teridentifikasi di antaranya Pluvialis squatarola, Pluvialis fulva,Charadrius mongolus, Charadrius alexandrinus, Tringa totanus, Actitis hypoleucos, Tringa stagnatilis, Sterna hirundo, Limosa lapponica, Calidris ferruginea, Numenius phaeopus, Strena albifrons, Limnodromus semipalmatus, Tringa nebularia, Calidris ferruginea, Strena bengalensis, Numenius arquata, Sterna caspia, Tringa cinereus, Strena bergii, dan Larus ridibundus.

Pras menambahkan pada pematauan tahap dua ini yang mendominasi terlihat adalah burung Dara Laut Kecil (Sterna albifrons) tercatat paling banyak dengan temuan 1.310 individu. “Jenis ini masih cukup banyak ditemukan di Sungai Barong Besar, Sungai Jentolo, Sungai Nibung dan Sungai Dinding.,”Ungkapnya.

Muhammad Iqbal dari Kelompok Pengamat Burung-Spirit of South  Sumatra(KPB– SOS) salah satu anggota POKJA mengatakan, lokasi pengamatan burung migran dengan jenis yang beragam terdapat di tambak Sungai Barong Kecil dan muara Sungai Sembilang. Di dua lokasi tersebut terdapat 14 dan 13 jenis burung mogran yang dapat diamati.

Berdasarkan penjumpaan yang dilakukan selama 2 pemantauan terdapat 3 Family burung yaitu Family Scolopacidae, Family Sternidae dan Family Charadriidae. Ada beberapa jenis burung migran yang dijumpai pada tahap ke 2 tidak di jumpai dengan pada tahap I, yaitu ; Trinil rawa (Tringa stagnatilis), Dara laut kaspia (Sterna caspia), Dara Laut Bengala (Sterna bengalensis) dan Cerek Krenyut (Pluvialis fulva) serta Camar Laut Kepala Hitam (Larus Ridibundus).

Burung air penetap juga ditemukan sebanyak 9 jenis,dimana jenis yang paling banyak dijumpai adalahEgretta garzetta atau burung kuntul kecil sebanyak 38 individu.Untuk jenis raptor, ditemukan 5 ekor elang bondol (Haliastur indus) dan 4 ekor burung elang laut (Haliaeetus leucogaster) yang ditemukan di muara Sungai Sembilang dan tambak Sungai Barong Kecil.

Iqbal menjelaskan pada pengamatan pertama yang dilakukan pada bulan September merupakan bulan mendekati puncak burung migran di Taman Nasional Sembilang. Puncak burung migran terjadi bulan November, sehingga berdasarkan perbandingan data pada Pertama dan yang kedua terlihat jelas perbedaan jumlah burung migran yang terpantau.

Pada tahap pertama yang telah dilaksanakan pada bulan September ditemukan 17 (tujuhbelas) jenis dari 6.868 individu yang telah diindentifikasi. “Sedangkan pada pemantauan tahap II dengan jumlah individu 2.918 dengan jumlah jenis yang lebih beragam, setidaknya ada 22 jenis  pada tahap II tersebut,” Ungkap ahli pengamat burung ini.

Ada 3(tiga) Family yang mendominasi pada penjumpaan jenis burung migran pada saat pemantauan tahap pertama dan II yang antara lain Family Sternidae, Family Scolocipidae dan Family Charadriidae.

Salah satu dari Family Scolopidae yaitu Limosa-limosa atau Burung Biru Laut Ekor Hitam merupakan jenis yang paling banyak di temukan pada tahap pertama akan tetapi tidak diketemukan sama sekali keberadaanya pada tahap II,

Iqbal  mengatakan  bisa di indikasi bahwa keseluruhan jenis Limosa-limosa telah melakukan kegiatan migrasi ke dataran Benua Australia.”Sedangkan pemantauan tahap ke II jenis burung migran yang paling banyak di temukan adalah Gajahan Penggala (Numenius phaepus) dengan jumlah 205 individu,” Jelasnya.

Untuk  Family Sternidae merupakan burung laut yang tersebar di seluruh dunia, burung-burung yang tergolong Family ini biasanya berkelompok besar dan berkumpul di lokasi yang banyak terdapat ikannya. Beberapa jenis masuk dan dikategorikan dalam burung migran, jenis yang ditemukan di TN Sembilang  adalah jenis Sterna hirundo, Sterna bergii, Sterna albiforns, Sterna bengalensis dan Sterna caspia.

Burung Dara Laut jambul (Sterna bergii) paling banyak di jumpai pada pemantauan tahap pertama dibanding jenis burung dara laut lainnya, pada pemantauan pemantauan tahap pertama hanya terdapat 3 (tiga) jenis. Sedangkan pada pemantauan tahap II Burung Dara Laut Kecil (Sterna albifrons) yang paling banyak ditemukan, dan terdapat tambahan jenis lainnya pada tahap ke dua ini yaitu Burung Dara Laut Kaspia dan Burung Dara Laut Bengala.

“ Dapat diasumsikan pada perjumpaan bulan Februari ini menunjukan hanya Sterna albifrons mengalami jumlah perjumpaan yangs sering sedangkan jenis lainnya yang ditemukan pada tahap pertama jauh mengalami penurunan,” Ujarnya.

Terakhir iqbal mengatakan untu family Charadriidae merupakan termasuk jenis burung perancah yang berjenis banyak dan tersebar luas, jenis Family ini termasuk burung terbiasa di pinggir air dan di daerah terbuka. Di Indonesia terdapat 16 (enambelas) jenis dan hanya 3 jenis merupakan penghuni setempat.


“Pemantauan yang telah dilakukan 2 (dua) tahap tersebut ditemukan 5 (lima) jenis yang antara lain ; Cerek Besar (Pluvialis squatarola), Cerek Tillil (Charadrius alexandrinus) , Cerek Pasir Besar (Charadrius leschenaultii), Cerek Pasir Mongolia (Charadrius mongolus) dan Cerek Kernyut (Pluvialis fulva),”Tutupnya.

Infograph : EEB

Text : JUA